TEMAN LAMA MENYAPA

Di sore hari yang tenang, hanya di beberapa titik terdapat awan yang tidak berpotensi hujan lebat, Kulangkahkan kaki menuju mesjid untuk menunaikan shalat Ashar berjamaah. Adzan telah berkumandang, namun tidak menggunakan speaker karena listrik dikampungku hanya di hidupkan dimalam hari saja kecuali hari Ahad dan hari libur. Hidupnya pun hanya pada pukul 10.00 Wita – 15.00 Wita. Bersyukur jika mulai hidup pukul 10.00. Kadang-kadang, lampu dihidupkan nanti pada pukul 11.00 Wita. Shalat Ashar tertunaikan bersama dengan teman-teman Remaja yang Alhamdulillah memang intens menghidupkan shalat berjamaah dimesjid ini. Mesjid An Nur Pola namanya. Mesjid kami ini sebenarnya sudah tua dan kecil. Entah sudah berapa tahun mesjid ini berdiri dengan megah dipinggir pantai. Aku tah tahu. Mesjid baru sudah sejak lama akan dibangun, namun yang baru nampak hanya pondasi dan tiang. Mesjid baru ini desainnya cukup megah. Dengan interior dan eksterior yang megah. Maklum, mesjid kecamatan katanya. Akan tetapi, sampai saat ini proses pembangunan mandeg karena kendala biaya. Secara perlahan-lahan, panitia sedang berusaha mendapatkan dana untuk melanjutkan pembangunan mesjid kami ini.

Hati menjadi tenang setelah mengerjakan shalat Ashar. Langkah kaki menjadi ringan, semangat kembali bangkit setelah menunaikan kewajiban ini. Ba’da shalat Ashar, kupulang kerumah dan mengambil kunci motor untuk menuju lapangan mini di kampung tengah untuk menyaksikan pertandingan futsal yang telah memasuki babak semifinal. Sesampainya disana, kira-kira sekitar 20 m dari lapangan pertandingan ku cek FB yang kumiliki. Kulihat Inbox, ada satu tambahan surat masuk. Kubuka, ternyata surat itu dari teman waktu di MAN dari kelas 1 sampai kelas 3.

Kubaca suratnya:

“Assalamu’alaykum, afwan apa ini dengan Arbin Mutasman Alumni MAN Kota BAru Raha? Selama ini pernah ketemu sama Azizah, Aida, Ana dan Umi Shalehah?”

Kujawab suratnya :

“Wa’alaikumsalam, selama kuliah hanya Aida yang belum pernah saya ketemu. Ini dengan Salma teman satu kelas kah?”

Teman saya ini namanya Salmawati. Teman-teman yang disebutkan diatas adalah teman-teman akrab boleh dikata. Dan sama merekalah biasa nongkrong saat tidak aktifitas belajar. Banyak cerita bersama mereka. Tapi nampaknya saat ini bukanlah suatu hal yang penting lagi.

Kunanti jawabannya sambil menyaksikan jalannya pertandingan antara FC Pola Sentral VS Tompano. Beberapa menit kemudian, kembali kucek Inbox. Ada jawaban lagi. Kubaca :

“Ya betul, Apakah ada no HPnya mereka”?

Kubalas lagi:

“Hanya Aida yang ada. Tapi saya tidak hafal. Saya logout dulu untuk cek nomornya”.

Sebelum kulogout, kucek dahulu profilnya. Soalnya, saya pernah dengar dari seorang teman yang dulu juga satu kelas (III IPA) kalau dia ini sekarang sudah pakai jilbab besar. Pastinya, anak pengajian. Dan benar rupanya, dari info yang kuperoleh dari profilnya kalau dia ngaji salaf juga di Universitas Sam Ratulangi Manado.

Jadilah aku nda nonton lanjutan bola sampai selesai. Ku pulang kerumah. Masuk kamar dan mencatat nomor yang akan kuberikan sama teman ini. Kumasuk kembali FB, balas Inbox darinya dengan mengirimkan nomor teman yang diminta. Sambil kutanya aktifitasnya dimana dan ngaji dimana. Cerita terus berlanjut dan dari info yang kuperoleh darinya, kalau dia ngaji sama Ust. Adnan di Manado dan bulan Agustus kemarin menyelesaikan studinya di jurusan Fisika FMIPA Universitas Sam Ratulangi dan saat ini sedang melanjutkan PPGnya. Profesi sepertinya. Semisal Akta IV. Rupanya dia sama dengan saya. Jurusan FIsika, FMIPA dan S.Si. Hanya bedanya dia ambil dengan Akta sedangkan saya belum berminat.

Ada rasa senang tersendiri ketika mengetahui teman-teman telah menyelesaikan studi lanjutan. Ini berarti, sebagian teman-teman seangkatan telah memiliki modal untuk menjadi orang sukses. Tercatat, sudah hampir 10 orang anak III IPA yang telah selesai dan hampir selesai. Walaupun sudah banyak juga telah nikah. Seorang teman (mantan ketua OSIS) telah lulus AKMIL. Sekarang telah menjadi pasukan Amfibi. Dialah yang paling unggul saat ini dari sisi dunia. Ada juga teman yang nama Aida sedang KOAS untuk mendapatkan gelar Dokternya di salah satu Universitas di Surabaya. Ada juga teman yang sudah menjadi wartawan, guru dan sebagian saya belum tahu.

Saya sendiri, orang yang menurut mereka dulu sang Juara, walau telah usai S1 akan tetapi lebih memilih untuk pulang kampung dahulu, mengabdi disebuah sekolah negeri di Kampung kelahiran, membina intelektual dan mental mereka untuk menjadi generasi kampung yang cerdas dan termotivasi. Walaupun baru sekitar 7 bulan mengajar. Tentu saja, sambil mencari peluang-peluang lain agar bias dapat modal untuk MODAL sekolah dan Walimah pastinya. Dari pada nganggur, mending isi waktu dulu mengajar. Dan saya dipercaya untuk mengajar Matematika dan IPA. Saya bias ambil dengan TIK akan tetapi jadwal saya sudah cukup padat. Pergi mengajarnya saja pake perahu. Mendayung.

Yang paling saya senangkan adalah ada teman yang komitmen untuk berislam secara kaffah. Menjalankan ajaran agama ini dengan benar sesuai dengan Al Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaf. Dan yang kutahu, baru teman yang nyapa ini ngaji salaf. Mudah-mudahan yang lain juga ada yang ngaji salaf.

Ada juga rasa sedih ketika sadar bahwa ternyata ada juga teman SMA yang ngikut ajaran menyimpang. Bahkan beberapa kali debat dengannya. Dari diskusi yang terjadi, nampaknya doktrin yang begitu kuat telah melekat padanya sehingga telah kental dengan ajaran menyimpangnya.

Sebenarnya, ada kerinduan dalam jiwa ingin bertemu dengan teman-teman SMA seangkatan. Ingin tahu keadaan mereka dan ingin berbagi. Sudah lebih 6 tahun lebih berpisah dengan mereka. Ada kenangan-kenangan yang terlewatkan bersama. Semoga suatu hari bisa berkumpul dalam sebuah acara Reuni.

0 Response to "TEMAN LAMA MENYAPA"

Posting Komentar

Powered by Blogger