Diantara Sifat Egois
Egois adalah Sifat mementingkan diri sendiri. Mementingkan diri sendiri adalah sifat tercela. Adapun beberapa contoh pengamalan sifat egois adalah sebagai berikut:
Ketika kita mempunyai tugas kuliah atau sekolah. Kita tidak mengetahui tugas tersebut. Tentu saja, dengan segala daya dan upaya kita mencari jawaban atas tugas itu kepada orang yang mengetahuinya. Maka bertanyalah kita kepada teman yang mengetahui tugas tersebut. Sang temanpun berusaha memberikan jawaban atas tugas itu meskipun harus mengorbankan waktu dan energi lain. Inipun tidal hanya sekali. Nah, tibalah giliran tugas berikutnya. Kita mengetahui semua jawaban akan tugas itu. Semua seluk beluknya kita ketahui. AKn tetapi, giliran teman tadi bertanya, maka dengan sikap biasa-biasa saja, kita mengatakan tidak tahu. Kalaupun tidak mengatakan tidak tahu, bentuk diam juga merupakan respon dari ketidak mauan untuk memberi tahu.
Sepertinya, sama halnya dengan Pesan singkat (SMS). Sifat ego juga dapat terlihat dari cara merespon sebuah SMS. Cerita sederhananya seperti ini. Kita memiliki masalah terkait dengan kebutuhan hari-hari. Karena bingung, lantas bertanyalah kita kepada teman yang kita yakin bisa membantu atau masalah itu pernah dilaluinya dengan gampang. Melalui pesan singkat, bertanyalah kita kepada teman ini. Dengan berbagai keterbatasan, sang teman inipun menjawab setiap permasalahan kita tanpa mengeluh. Bahkan kadang harus sampai meminta pulsa teman/orang lain. Yang pasti, teman ini berkeinginan agar masalah kita dapat ringan atau terselesaikan. Giliran sang teman mengirim pesan kepada kita dengan pertanyaan sederhana namun penting bagi penanya, ternyata kita tidak menjawabnya meskipun kita memiliki pulsa. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Yang lebih parah lagi, dalam rentang antara pertanyaan teman itu, kita masih sempat bertanya kepada teman atas masalah kita.
Tentu, lain halnya dengan kita bertanya sembarang kepada teman. Dan pertanyaaan ini tidak dijawab oleh teman. Disana, kita tidak memiliki beban hutang budi. Bahkan mungkin saja ini menjadi sebuah pelajaran agar tidak mudah dan sembarangan untuk mengirim pesan kepada teman kecuali sesuatu yang penting.
Ketika kita mempunyai tugas kuliah atau sekolah. Kita tidak mengetahui tugas tersebut. Tentu saja, dengan segala daya dan upaya kita mencari jawaban atas tugas itu kepada orang yang mengetahuinya. Maka bertanyalah kita kepada teman yang mengetahui tugas tersebut. Sang temanpun berusaha memberikan jawaban atas tugas itu meskipun harus mengorbankan waktu dan energi lain. Inipun tidal hanya sekali. Nah, tibalah giliran tugas berikutnya. Kita mengetahui semua jawaban akan tugas itu. Semua seluk beluknya kita ketahui. AKn tetapi, giliran teman tadi bertanya, maka dengan sikap biasa-biasa saja, kita mengatakan tidak tahu. Kalaupun tidak mengatakan tidak tahu, bentuk diam juga merupakan respon dari ketidak mauan untuk memberi tahu.
Sepertinya, sama halnya dengan Pesan singkat (SMS). Sifat ego juga dapat terlihat dari cara merespon sebuah SMS. Cerita sederhananya seperti ini. Kita memiliki masalah terkait dengan kebutuhan hari-hari. Karena bingung, lantas bertanyalah kita kepada teman yang kita yakin bisa membantu atau masalah itu pernah dilaluinya dengan gampang. Melalui pesan singkat, bertanyalah kita kepada teman ini. Dengan berbagai keterbatasan, sang teman inipun menjawab setiap permasalahan kita tanpa mengeluh. Bahkan kadang harus sampai meminta pulsa teman/orang lain. Yang pasti, teman ini berkeinginan agar masalah kita dapat ringan atau terselesaikan. Giliran sang teman mengirim pesan kepada kita dengan pertanyaan sederhana namun penting bagi penanya, ternyata kita tidak menjawabnya meskipun kita memiliki pulsa. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Yang lebih parah lagi, dalam rentang antara pertanyaan teman itu, kita masih sempat bertanya kepada teman atas masalah kita.
Tentu, lain halnya dengan kita bertanya sembarang kepada teman. Dan pertanyaaan ini tidak dijawab oleh teman. Disana, kita tidak memiliki beban hutang budi. Bahkan mungkin saja ini menjadi sebuah pelajaran agar tidak mudah dan sembarangan untuk mengirim pesan kepada teman kecuali sesuatu yang penting.
Semoga Berguna
0 Response to "Diantara Sifat Egois"
Posting Komentar